Universitas Dinamika Surabaya (Undika) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswanya, Julius Ghosa Fernando, dari Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022.
Julius berhasil meraih medali perak dalam sebuah kejuaraan boxing bertajuk ‘Sabung Orang’ yang digelar di Surabaya, yang menjadi panggung bagi atlet-atlet muda berbakat dari berbagai wilayah Jawa Timur. Kejuaraan boxing ini diselenggarakan selama dua hari di bulan September 2025.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kualitas individu Julius, tetapi juga menegaskan bahwa mahasiswa Undika sangat mampu berprestasi di luar bidang akademik.

Sosok di Balik Prestasi Membanggakan
Julius dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan memiliki ketertarikan besar pada dunia combat sport. Di sela kesibukannya menjalani perkuliahan di program DKV Undika dan magang, ia terus menekuni dunia boxing, muay thai, dan beberapa seni bela diri lainnya.
Kedisiplinan dan semangat juangnya menjadi salah satu modal kuat yang mengantarkannya meraih prestasi dalam ajang tingkat provinsi ini. Sebelum prestasi ini, ia juga pernah meraih juara di Kejuaraan Porprov Jatim 2025 di bidang muay boran.
Baca selengkapnya tentang prestasi Julius di Kejuaraan Porprov Jatim 2025 di sini: Mahasiswa Undika Sabet Medali di PORPROV Jatim 2025
Julius menyampaikan bahwa dunia combat sport bukan sekadar hobi. “Bela diri merupakan sarana untuk mengasah karakter, membangun kepercayaan diri, serta menjaga mental tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah di Jawa Timur
Kejuaraan ‘Sabung Orang’ yang diikuti Julius diselenggarakan oleh Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI), salah satu organisasi combat sport besar yang bergerak dalam pengembangan atlet-atlet bela diri di Indonesia.
Meskipun pendaftarannya terbuka secara nasional, mayoritas peserta yang hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal ini membuat kejuaraan tersebut menjadi salah satu ajang kompetitif tingkat provinsi yang cukup bergengsi.
AOKI sendiri dikenal sebagai organisasi yang memberikan ruang bagi petarung muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui penilaian profesional dan format pertandingan yang terstruktur. Bagi Julius, bertanding di bawah naungan AOKI merupakan peluang besar untuk mengukur kemampuannya di level yang lebih tinggi.
Proses Seleksi yang Ketat
Perjalanan Julius menuju gelanggang pertarungan boxing ‘Sabung Orang’ dimulai dari proses seleksi yang berlangsung dalam sebuah event di salah satu mall di Surabaya Pusat. Event tersebut cukup viral dan mendapat perhatian masyarakat, terutama karena menghadirkan pertandingan boxing yang disaksikan banyak pengunjung mall.
Dalam proses seleksi tersebut, peserta diuji dari segi teknik, stamina, power, hingga potensi untuk dikembangkan sebagai petarung profesional. Julius harus menghadapi berbagai peserta lain dari lintas daerah, termasuk seorang atlet asal Lumajang dengan latar belakang pencak silat.
“Dari seleksi itu dinilai siapa yang punya potensi. Saya sangat bersyukur bisa masuk dan dipercaya untuk bertanding di lomba ini,” ujar Julius.
Berkat performanya yang meyakinkan dan teknik dasar yang kuat, Julius berhasil mendapatkan semacam “golden ticket” untuk bergabung dalam event utama AOKI.

(Source: Dokumentasi Ajang “Sabung Orang”)
Bertarung dengan Lawan yang di Atas Rata-Rata
Pertandingan utama berlangsung di salah satu camp sekaligus arena latihan yang berlokasi di Surabaya. Arena di lantai dua digunakan sebagai venue utama, menyediakan ruang yang cukup luas untuk menampung atlet, official, hingga penonton.
Atmosfer pertandingan terasa intens sejak awal, dengan lantai arena yang terang, suara peluit, dan ritme sorakan penonton yang membuat para atlet terpacu untuk memberikan performa terbaik. Pertandingan digelar dengan standar keselamatan dan penilaian yang jelas, membuat setiap laga berlangsung dengan sportif dan profesional.
Julius bertanding di kelas 55–60 kg, meskipun berat badannya saat itu berada di angka 54 kg. Meski harus bertarung dengan lawan yang rata-rata memiliki berat badan lebih tinggi, Julius menerima tantangan tersebut dengan penuh keyakinan.
“Sebenernya kelasnya agak di atas berat badan saya. Tapi saya siap, karena latihan rutin sudah saya jalani terus,” jelas Julius.
Tekad kuatnya ternyata membuahkan hasil. Dengan strategi yang tepat dan kemampuan menjaga jarak, Julius berhasil tampil dominan dan membawa pulang medali perak beserta reward uang tunai.

Kampus Penuh Talenta dan Kreativitas
Meski persiapan khusus menuju pertandingan hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan, Julius telah menjalani latihan intens rutin setiap hari di camp Petarung Sejati, tempat ia mendalami teknik boxing sekaligus beberapa disiplin bela diri lain seperti Muay Boran dan Muay Thai.
Bagi Julius, kemenangan ini bukan hanya soal trofi atau pengakuan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melangkah lebih jauh di dunia tinju. Pengalaman bertanding melawan atlet-atlet lain membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti kompetisi tingkat lebih tinggi ke depannya.
“Saya ingin terus berkembang, mengikuti event lain, dan belajar dari setiap pertandingan,” kata Julius.
Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Dinamika lainnya. Julius membuktikan bahwa kesibukan kuliah bukan penghalang untuk terus berprestasi, baik di bidang seni, olahraga, maupun bidang minat lainnya.
Sebagai kampus yang menjunjung tinggi pengembangan talenta dan kreativitas, Universitas Dinamika terus memberi dukungan kepada mahasiswa yang ingin berprestasi di berbagai bidang. Prestasi yang diraih Julius menjadi bukti nyata bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri.
Dengan semangat ini, Undika berharap lebih banyak mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman, mengasah kemampuan, dan berprestasi dalam ajang-ajang kompetitif, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.