Forum

7 Cara Merawat Baterai Laptop Biar Lebih Tahan Lama

Baterai laptop kamu drop drastis padahal umurnya belum setahun? Ini masalah yang sering banget dialami mahasiswa. Cara merawat baterai laptop ternyata bukan hal yang dipikirin banyak orang, padahal efeknya kerasa banget pas lagi butuh-butuhnya.

Anak kuliah sekarang hampir semua aktivitasnya nempel sama laptop. Ngerjain tugas, ikut kelas online, riset jurnal, sampai nugas kelompok butuh laptop nyala berjam-jam. Kalau baterainya cepat rusak, produktivitas ikut keganggu. Makanya penting banget paham cara merawat baterai laptop dari sekarang, biar nggak nyesel pas baterainya udah ngedrop.

cara merawat baterai laptop
ilustrasi pemakaian laptop (magnific.com)

Ubah Kebiasaan Harian Ini pada Laptopmu

Sebelum ngomongin setting rumit, kamu perlu benerin dulu kebiasaan dasar pas pakai laptop. Tiga poin ini paling sering dilewatin mahasiswa, padahal dampaknya besar buat umur baterai.

1. Jaga Level Baterai di Rentang 20% sampai 80%

Salah satu cara merawat baterai laptop yang paling dasar adalah jaga level baterai tetap di rentang 20% sampai 80%. Jangan biarkan baterai laptop sering sampai 0%, karena kondisi ini bikin sel baterai cepat aus.

Disclaimer, laptop keluaran terbaru, biasanya di atas tahun 2022, sudah punya fitur health charging atau battery care.

Fitur ini otomatis menahan pengisian daya di angka 80% biar baterai nggak terlalu penuh terus-terusan. Kalau laptop kamu sering dicolok charger dalam waktu lama, aktifkan fitur ini lewat pengaturan sistem.

2. Kontrol Suhu Baterai

Suhu panas adalah musuh utama baterai laptop. Semakin sering laptop kepanasan, semakin cepat kapasitas baterainya menurun. Kalau kamu sering pakai laptop untuk kerjaan berat seperti render video atau main game dalam waktu lama, pakai cooling pad.

Cooling pad bantu sirkulasi udara di bawah laptop supaya suhu komponen di dalamnya tetap stabil. Selain baterai, komponen lain seperti prosesor dan SSD juga ikut terjaga umurnya.

3. Ketahui Kapan Boleh Pakai Laptop Sambil Dicas

Poin ini sering bikin bingung. Jawabannya tergantung jenis laptop yang kamu pakai.

  • Laptop keluaran lama sebaiknya hindari pakai laptop sambil dicas terus-terusan. Sistem manajemen dayanya belum secanggih laptop baru, jadi risiko baterai cepat rusak lebih tinggi.
  • Laptop keluaran baru, kondisi ini lebih aman karena sudah ada sistem pengaturan daya yang lebih pintar. Bahkan untuk laptop gaming, pakai sambil dicas justru disarankan, karena performa tinggi butuh suplai daya langsung dari charger, bukan cuma dari baterai.

4. Simpan Laptop dengan Benar Saat Tidak Dipakai Lama

Kalau kamu nggak bakal pakai laptop dalam waktu lama, misalnya pas liburan semester, ada langkah khusus yang perlu dilakukan. Isi baterai sampai sekitar 40% hingga 60%, jangan dibiarkan sampai kosong total.

Matikan laptop sepenuhnya, bukan cuma sleep mode. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari suhu panas atau lembap. Cara ini menjaga sel baterai tetap stabil selama laptop nggak digunakan.

Setting yang Bikin Laptop Lebih Sehat

Selain kebiasaan fisik, setting di sistem operasi juga ngaruh besar ke daya tahan baterai. Tiga langkah ini bisa kamu terapkan langsung dari pengaturan laptop.

1. Pilih Mode Performa Sesuai Kebutuhan

Cara merawat baterai laptop selanjutnya adalah menyesuaikan mode performa dengan aktivitas yang kamu kerjakan. Kebanyakan laptop punya tiga pilihan mode.

  • Mode Efficiency: cocok dipakai saat kamu cuma ngetik tugas atau buka browser ringan.
  • Mode Balanced: pas dipakai untuk kerjaan harian yang nggak terlalu berat.
  • Mode Performance: baru dipakai kalau kamu lagi kerjain tugas berat seperti edit video atau jalankan software desain.

Pakai mode performance terus-terusan padahal kerjaannya ringan cuma bikin baterai boros dan cepat panas.

2. Gunakan Charger yang Sesuai

Charger juga ikut menentukan umur baterai laptop kamu. Sebisa mungkin pakai charger original bawaan laptop. Charger ori sudah dirancang sesuai spesifikasi daya yang dibutuhkan laptop kamu.

Kalau charger rusak dan kamu terpaksa beli charger pengganti, pastikan spesifikasi voltase dan amperenya sama persis dengan charger original. Charger yang nggak sesuai bisa bikin proses pengisian daya nggak stabil dan berdampak ke kesehatan baterai.

3. Perbarui BIOS dan Driver Secara Berkala

Update BIOS dan driver sering dianggap sepele, padahal ini bagian dari cara merawat baterai laptop yang efektif. Produsen laptop biasanya merilis update untuk memperbaiki manajemen daya, termasuk cara laptop mengatur pengisian dan penggunaan baterai.

Cek update BIOS dan driver lewat aplikasi resmi dari produsen laptop kamu, atau lewat Windows Update. Lakukan pengecekan rutin, minimal sebulan sekali.

Kesimpulan

Menjaga baterai laptop tetap awet sebenarnya nggak ribet, asal kamu konsisten menerapkan kebiasaan yang tepat. Cara merawat baterai laptop nggak perlu alat mahal, cukup ubah kebiasaan kecil yang sering diabaikan. Efeknya bakal kerasa dalam jangka panjang, baterai laptop kamu tetap sehat dan performanya stabil selama masa kuliah.

Kalau kamu tertarik belajar lebih dalam soal cara kerja perangkat keras seperti baterai, prosesor, sampai sistem manajemen daya di laptop, S1 Teknik Komputer Universitas Dinamika bisa jadi pilihan yang tepat.

Poster S1 Teknik Komputer Universitas Dinamika

Di sini kamu belajar langsung dari dasar sampai paham cara kerja hardware dan software secara menyeluruh. Yuk gabung dan mulai perjalanan belajarmu di S1 Teknik Komputer Universitas Dinamika.

📌 Daftar sekarang di pmb.dinamika.ac.id

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terbaru

Chatbot UNDIKA Online
×
🤖 Halo! Aku Dina. Mau tanya info Jurusan, Biaya, atau Mau Kenalan Universitas Dinamika? Dina disini akan membantu