Demam drama Korea kembali terasa di awal tahun 2026 dengan hadirnya drama romantis Can This Love Be Translated?. Salah satu daya tarik utamanya tentu adalah Kim Seon Ho, aktor yang dikenal mampu menghadirkan emosi lembut, hangat, dan sangat manusiawi di setiap perannya. Drama ini tidak hanya memanjakan penonton dari sisi cerita, tetapi juga menyuguhkan kualitas produksi yang menarik untuk dikaji, khususnya bagi dunia Produksi Film dan Televisi.
Artikel ini akan membahas adegan-adegan favorit yang bikin baper dari drama terbarunya, sekaligus merekomendasikan drama Kim Seon Ho lain yang wajib ditonton, terutama bagi mahasiswa dan pencinta dunia film dan televisi.
Adegan Favorit yang Bikin Baper di Can This Love Be Translated?
Dalam drama ini, Kim Seon Ho berperan sebagai Joo Ho Jin, seorang penerjemah profesional yang terbiasa menyampaikan kata-kata orang lain, namun justru kesulitan menerjemahkan perasaannya sendiri. Karakter ini menjadi ruang eksplorasi akting yang kuat dan penuh nuansa.
1. Adegan Tatapan Sunyi di Ruang Kerja
Salah satu adegan paling membekas adalah ketika Joo Ho Jin hanya terdiam menatap lawan mainnya, tanpa dialog panjang. Kamera mengambil close-up ekspresi wajah, memperlihatkan konflik batin antara profesionalisme dan perasaan.
Adegan ini terasa sederhana, tetapi sangat efektif. Dari sudut pandang produksi film dan televisi, momen ini menunjukkan bagaimana akting natural, pengambilan gambar, dan pencahayaan lembut bisa menyampaikan emosi tanpa perlu banyak kata.
2. Adegan Menerjemahkan Perasaan
Adegan paling ikonik sekaligus paling “baper” adalah ketika Joo Ho Jin diminta menerjemahkan dialog romantis untuk orang lain, sementara kalimat tersebut justru mewakili perasaannya sendiri. Intonasi suara, jeda napas, dan perubahan ekspresi Kim Seon Ho membuat adegan ini terasa sangat personal.
Bagi mahasiswa produksi film dan televisi, adegan ini menarik untuk dikaji karena memperlihatkan peran aktor dalam menghidupkan naskah, serta bagaimana dialog sederhana bisa terasa sangat emosional dengan penyampaian yang tepat.
3. Adegan Pengakuan yang Tidak Berlebihan
Berbeda dengan drama romantis pada umumnya, pengakuan perasaan di drama ini tidak dibuat berlebihan. Tidak ada teriakan, tidak ada musik dramatis berlebih. Justru kesederhanaan inilah yang membuat adegan tersebut terasa realistis dan menyentuh.
Kim Seon Ho kembali menunjukkan kekuatannya dalam akting berbasis emosi halus, sebuah kemampuan penting dalam produksi film dan televisi modern yang mengutamakan kejujuran karakter.
Drama Kim Seon Ho Lain yang Wajib Ditonton
Selain Can This Love Be Translated?, ada beberapa drama Kim Seon Ho yang sangat direkomendasikan, baik untuk hiburan maupun sebagai referensi pembelajaran di bidang produksi film dan televisi.
1. Hometown Cha-Cha-Cha (2021)
Drama ini menjadi titik puncak popularitas Kim Seon Ho. Perannya sebagai Hong Du Sik memperlihatkan karakter yang hangat, kompleks, dan penuh empati.
Dari sisi produksi, drama ini menarik karena:
- Pemanfaatan lokasi alam
- Sinematografi yang menenangkan
- Pengembangan karakter yang kuat
2. Start-Up (2020)
Meski bukan pemeran utama, karakter Han Ji Pyeong justru menjadi favorit penonton. Drama ini menunjukkan bagaimana aktor pendukung bisa meninggalkan kesan mendalam melalui penulisan karakter dan akting yang solid.
Drama ini cocok dikaji untuk memahami:
- Dinamika karakter
- Konflik emosional
- Peran aktor dalam membangun empati penonton
3. 100 Days My Prince (2018)
Dalam drama sageuk ini, Kim Seon Ho tampil dengan karakter yang berbeda dari drama modernnya. Ini menjadi contoh penting tentang fleksibilitas aktor dalam berbagai genre produksi televisi.
4. The Childe (2023) – Film Layar Lebar
Meski bukan drama, film ini penting ditonton untuk melihat transisi Kim Seon Ho ke dunia film layar lebar. Penonton dapat mempelajari perbedaan pendekatan akting antara film dan drama televisi.
Adegan-adegan Kim Seon Ho yang bikin baper di layar bukan hadir begitu saja. Di baliknya ada proses panjang: naskah yang kuat, pengarahan aktor yang tepat, kerja kamera yang cermat, hingga editing yang rapi. Semua itu adalah bagian dari dunia produksi film dan televisi yang seru sekaligus menantang.
Kalau kamu termasuk yang suka mikir, “kok adegan ini bisa ngena banget, ya?” atau “pengen deh bikin film atau drama sendiri suatu hari nanti”, mungkin ini saatnya kamu melangkah lebih jauh. Program Studi D4 Produksi Film dan Televisi Universitas Dinamika (Undika) hadir untuk kamu yang ingin belajar bukan cuma menonton, tapi juga menciptakan cerita di balik layar.

Di D4 PFTV Undika, kamu akan belajar langsung praktik produksi—dari konsep cerita, pengambilan gambar, akting, sampai editing. Bukan cuma teori, tapi pengalaman nyata yang mendekatkan kamu ke dunia industri kreatif.
Jadi, kalau drama Korea bisa membuatmu jatuh cinta pada cerita dan visual, D4 Produksi Film dan Televisi Undika bisa jadi tempat kamu mengubah rasa suka itu menjadi karya, skill, dan masa depan. Siapa tahu, suatu hari nanti justru karyamu yang bikin penonton ikut baper. 🎥✨