Mahasiswa Universitas Dinamika mulai melaksanakan pelatihan membatik di Kelurahan Kranggan, Mojokerto pada Sabtu 12 September 2020 lalu. Pelatihan ini merupakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diterima oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).


Tidak hanya modernisasi batik, Universitas Dinamika juga akan mengkirimkan BISON (Bis Online) untuk mendukung pelatihan secara digital. memberikan pelatihan pada warga tentang teknologi informasi. sebagai lembaga pendidikan, maka Undika juga harus ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa di bidang teknologi.


Ketua Pelaksana PHP2D, Muhammad Wahyudi menyampaikan akan ada tiga kali pelatihan membuat batik. 


“Tanggal 12 September kemarin teknik batik jumput, tanggal 19 September teknik membatik cap, dan terakhir tanggal 26 september teknik membatik tulis. Sedangkan pada bulan Oktober akan ada pelatihan pemasaran, pengelolaan uang dan lainnya,” kata Yudi di Kelurahan Kranggan, Mojokerto, Sabtu 12 September 2020.


Ia menejelaskan kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan. Bahkan ia juga mengadakan kegiatan secara daring, agar tidak terlalu banyak dan sering berkerumun.


Disamping itu, Kepala Kelurahan Kranggan Mojokerto M. Rohan berharap dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan untuk warga setempat. Selain meningkatkan keahlian bidang batik, warga desa juga bisa menjadikannya sebagai sumber ekonomi.


“Semoga lancar kegiatannya dan lebih baik dalam memasarkan batik yang dibuat oleh warga Mojokerto,” kata dia.


Wakil ketua Dekranasda Kota Mojokerto, Eni Rahmawati sangat mengapresiasi kegiatan Mahasiswa Undika. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ada pengetahuan dan motif baru untuk berkreasi. 


Pelatihan pemasaran dan pengelolaan keuangan juga perlu, kata dia, sehingga warga tidak hanya ahli dalam memproduksi, melainkan ahli dalam penjualan.


“Apalagi pandemi ini susah untuk mencari peluang kerja. Harapannya seluruh warga bisa mengikuti kegiatan ini, sehingga bisa menjadi kampung batik,” kata Eni.


Wakil Rektor III D. Bambang Hariadi, M.Pd. merasa bangga dengan inisiatif dan gerakan mahasiswa dalam membantu masyarakat. Dengan begitu materi yang diperoleh selama perkuliahan dapat dimanfaatkan dengan baik.


“Semoga masyarakat bisa terangkat ekonominya, sehingga diharapkan tidak hanya bisa membatik saja tapi juga untuk pemasaran dan mengatur keuangannya,” katanya.


Bambang juga berharap agar mahasiswa terus mengabdi pada masyarakat, bisa peka melihat permasalahan masyarakat dan memberikan solusi.