Pemerintah dan Pengusaha Harus Cari Alternatif Expor Impor

Cetak
Image


Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 terus menjadi sorotan pada seluruh dunia. Bahkan penyakit yang muncul pertama kali di Wuhan, Cina pada Januari 2020 tersebut menimbulkan beberapa persoalan, baik ekonomi dan juga pariwisata. Menanggapi hal tersebut, Dosen Universitas Dinamika Dr. Haryanto Tanuwijaya, S.Kom., M.MT. menyebut pemerintah dan pengusaha harus mengambil langkah tepat untuk melakukan expor impor di Indonesia. Hal tersebut karena perekenomian dalam negeri, bahkan seluruh dunia semakin menurun.


“Apalagi banyak negara yang kerjasama dengan Cina dalam bidang perdagangan,” kata Hariyanto.


Menurutnya, kewaspadaan setiap negara dengan menutup akses impor ekspor maupun keluar masuknya wisatawan berdampak pada perdagangan dalam negeri. Dampaknya pun sudah dirasakan sejak saat ini, yakni dengan adanya kenaikan harga pada barang tertentu dan kesediaan barangnya.


Ia meyampaikan karena selama ini paling banyak kerjasama dengan Cina, stok barang di Indonesia berkurang.


“Mungkin produksi dari Cina juga berkurang atau menurun karena adanya penyebaran corona virus,” kata dia.


Hariyanto menjelaskan jika selama enam bulan ini virus corona masih menjadi permasalahan dan belum ada jalan keluar, kerugian negara akan semakin besar. Oleh sebab itu negara harus segera mempunyai alternatif ekspor impor untuk sementara waktu.


“Ini kan namanya musibah yang pasti pebisnis yang ekspor ke Cina mungkin mencari alternatif ekspor ke negara lain,” katanya.


Disamping itu, ia juga menilai adanya fenomena diskon di sektor pariwisata merupakan langkah praktis di dunia pariwisata. Hal ini karena sektor pariwisata juga mengalami kemerosotan yang cukup signifikan.


Menurutnya jika dengan adanya diskon pun wisatawan tidak akan langsung memanfaatkannya, karena masih khawatir dengan penyebaran virus corona.


“Jadi itu memang upaya awal, mungkin selanjutnya pengamanan dan deteksi dini corona harus ditingkatkan, jadi harus ada pemeriksaan terkait penyebaran virus corona,” katanya.


Ia berharap perekonomian negara semakin membaik meski penyebaran virus corona belum bisa teratasi. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat percaya pada pemerintah dalam mencari sebuah solusi. Apalagi pemerintah sudah memasang alat untuk mendeteksi virus tersebit.


“Penanganannya juga sudah dilakukan, dan himbauan pun sudah dilakukan oleh pemerintah,” katanya.