Tingkatkan Citra Destinasi Wisata di Surabaya, Undika Bekali Strategi Branding pada Pengelola

Cetak
Image 09 Nov 2021

Kota Surabaya memiliki banyak destinasi wisata baik dalam bentuk hiburan, sejarah, budaya, dan juga pendidikan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain memperbaiki pelayanan dan infrastruktur destinasi, diperlukan pengenalan dan citra positif objek wisata untuk lebih menarik lebih banyak pengunjung. Oleh sebab itu, dalam meningkatkan citra tersebut Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV)  Dhika Yuan dan Kepala Bagian Public Relations Universitas Dinamika (Undika) Ryan Adi Djauhari membekali para pengelola wisata tentang strategi branding. 

Ketua Forum Komunikasi Pengelola Objek Wisata Surabaya Bambang Supriadi menyampaikan pelatihan strategi branding pada media sosial sangat dibutuhkan bagi pengelola destinasi wisata Kota Pahlawan.


“Selain kondisi pandemi yang membuat sepi destinasi juga telah berkembangnya teknologi hingga muncul media sosial yang banyak digunakan masyarakat,” kata Bambang saat diwawancarai usai pelatihan Membangun Citra Destinasi Melalui Media Sosial di Ruang 203 Gedung Siola Lt.2 Jl. Tunjungan No.1-3 Surabaya.

Pelatihan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya ini diikuti oleh puluhan pengelola destinasi wisata di Surabaya seperti Masjid Cheng Ho, Museum Pos Indonesia, Museum Teknoform, Museum Blockbuster dan masih banyak lagi. 

Bambang menjelaskan sebelum pandemi Covid-19 pelatihan seperti ini dilakukan minimal tiga bulan satu kali, dan setelah hampir dua tahun baru ini diselenggarakan pelatihan strategi branding melalui sosial media. 

“Jadi pelatihan ini diharapkan dapat memicu para pengelola destinasi wisata untuk menarik kembali wisatawan ketika nanti objek wisata dibuka secara normal kembali,” kata Bambang. 

Menurutnya pengelola wisata harus mengikuti perkembangan teknologi dalam membranding wisata, kata dia, agar informasi bisa tersampaikan dengan cepat pada wisatawan. Apalagi di Kota Surabaya memiliki banyak destinasi wisata dengan cerita sejarah, budaya dan ciri khas tersendiri.


Disamping itu, Kabag PR Undika Ryan yang memberikan materi tentang media sosial Tiktok menyampaikan aplikasi tersebut saat ini paling cepat dan mudah menggaet banyak viewer.

“Sehingga pengetahuan dan pelatihan ini sangat penting, apalagi untuk destinasi wisata di Kota Pahlawan ini,” kata dia. 

Dengan adanya pelatihan dari Undika atau STIKOM Surabaya ini diharapkan para pengelola bisa mulai kembali mempromosikan destinasi wisata  baik untuk masyarakat lokal maupun mancanegara. Sehingga Kota Surabaya kembali menjadi salah satu kota tujuan wisatawan untuk berlibur. 



Humas Undika : Lathifiyah