07 Apr 2021

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kondisi pandemi menuntut pendidikan mengubah role model kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu memanfaatkan Learning Management System (LMS) sangat diperlukan pada era ini. 

 Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc., Ed. Ph.D. menyampaikan LMS merupakan salah satu solusi untuk pengajar dalam menyampaikan materi secara daring. Pastinya agar materi mudah dipahami oleh pelajar dengan melibatkannya untuk berpikir aktif.

“ Guru juga bisa memberikan materi sesuai dengan kebutuhan pelajar,” kata dia. 

Ia menjelaskan dengan memanfaatkan LMS pelajar akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik ketika belajar onlnine. Bahkan siswa juga bisa interaktif dalam mendiskusikan materi yang diperolehnya. 

Menurut Prof. Amirul terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan LMS untuk pembelajaran. Salah satunya adalah menerapkan kolaborasi antara guru, siswa dan juga orang tua. 

“Karena kalau hanya guru dan siswa saja itu akan ada sisi lemahnya, Apalagi kalau proses belajar secara online. Kelemahannya adalah hanya memberikan link secara online, lalu siapa yang mengerjakan tugas siswa, apakah anaknya sendiri atau orang lain,” katanya. 



Permasalahan tersebut harus ditangani dengan menjalin kolaborasi dengan orang tua. Karena meskipun materinya sudah bagus dan lengkap, tetapi ketika tidak dipakai proses belajar mengajar dengan baik akan menjadi sia-sia.

Selain itu, dalam mengetahui aktivitas pelajar dalam menyelesaikan tugasnya bisa dengan mengajak diskusi selama kelas berlangsung. Ketika pelajar bisa menjelaskan dengan baik tugas yang diselesaikan berarti pelajar mengerjakan tugas secara mandiri. 

“Jadi harus memaksa mereka untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan aktif dalam kelas,” katanya.

Disamping itu, Dosen Universitas Dinamika (Undika) Tan Amelia, S.Kom.M.MT. menjelaskan kampus Undika telah menggunakan LMS buatan sendiri sejak tahun 2014 lalu. 

“Ada tantangan selama masa pandemi dan pesatnya teknologi informasi ini. Selama ini pengajar harus multitasking, yakni tidak hanya memberikan materi tapi juga menggunakan beberapa aplikasi yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Khususnya kelas daring,” kata Meli sapaannya.

Ia menyarankan sekolah-sekolah atau pengajar memahami beberapa hal jika ingin menggunakan LMS atau aplikasi pengajaran. Beberapa hal tersebut seperti pihak sekolah harus memiliki tim IT, menyesuaikan budget yang dimiliki, memilih aplikasi yang bisa dikembangkan sendiri jika memiliki tim IT. 

“Sehingga sekolah bisa membuat fitur yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar,” kata dia. Fiy