Tidak hanya belajar mengenai sejarah aksara dari museum Huruf Jember dan Teknoform, pengunjung Museum Satu Ruang juga bisa melihat beberapa koleksi action figure superhero dari museum Blockbuster. Museum yang berlokasi di daerah Kenjeran Surabaya ini memiliki koleksi ornamen-ornamen film terkenal dari berbagai negara yang dipajang di Universitas Dinamika dari tanggal 21-25 September 2020.

Selain bisa melihat langsung replika action figure yang muncul di film-film layar lebar, pengunjung juga bisa berswafoto dengan koleksi-koleksi tersebut. Apa saja sih koleksi action figurenya? Yuk kita ulas satu persatu ya.


Dimulai dari koleksi yang sangat menarik perhatian pengunjung di lokasi Museum Satu Ruang yaitu Lifesize Statue Predator. Replika dari film sains fiksi yang booming pada tahun 1987 ini dipajang bersama dengan effect suasana hutan menyerupai adegan yang ada di film Predator. Meskipun sedikit terlihat menyeramkan karena memiliki cakar di kaki dan tangan serta beberapa bagian tubuh yang bersisik, Lifesize Statue Predator menjadi koleksi yang paling banyak diajak berswafoto oleh para pengunjung.


Koleksi kedua yang tak kalah menarik adalah Thanos Statue. Karakter penjahat super yang muncul dalam komik terbitan Marvel Comics ini sebenarnya muncul kali pertama di film The Invincible Iron Man pada tahun 1973. Namun karakter ini melejit saat hadir di film Avenger: Endgame pada tahun 2019. Pada film tersebut, Thanos berusaha merebut dan menyatukan ke enam infinity stones untuk memusnahkan separuh kehidupan alam semesta.


Tidak hanya Thanos, replika sarung tangan beserta ke enam infinity stones juga ada di pameran Museum Satu Ruang. Koleksi milik museum Blockbuster yang diberi nama Infinity Gauntlet ini terbuat dari logam Uru yang dibuat oleh bangsa Nidavellir pada film Avenger: Endgame tersebut. Demi mendapatkan sarung tangan tersebut, Thanos memusnahkan seluruh ras bangsa tersebut dan hanya menyisakan Raja Nidavellir meski harus kehilangan tangannya akibat disiram logam panas oleh Thanos.


Kurang seru rasanya kalau hanya menampilkan replika sosok antagonis saja. Di pameran ini juga menampilkan juga diorama para pemeran Avenger. Pasti tahu kan siapa saja superhero yang tergabung dalam Avenger? Ya, ada Ironman, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow dan juga Hawkeye. Selain para superhero, ada juga replika Helm Ironman yang ada pada scene awal film Avenger: Endgame. Helm ini digunakan Ironman untuk merekam pesan terakhir kepada Pepper Potts seandainya ia tidak selamat kembali ke bumi.


Masih dari film-film internasional, replika karakter Slimer yang menjadi maskot dari film Ghostbuster juga hadir di pameran ini loh.


Selain itu ada pula replika dari jas yang dipakai Gary “Eggsy” Unwin dari film Kingsman: The Secret Sevice yang tayang pada tahun 2015. Properti lain yang juga dihadirkan adalah Atari Game Console. Atari 2600 ini pertama kali dirilis pada 11 September 1977 dengan game Space Invanders. Salah satu game Atari yang paling terkenal adalah Pac-Man yang pertama kali dirilis pada 22 Mei 1980.


Replika terakhir dari museum Blockbuster adalah diorama superhero dari Indonesia. Adalah Gundala Putra Petir, Si Buta dari Goa Hantu, Wiro Sableng “Pendekar 212” dan juga Godam yang terjajar rapi dan lengkap dengan atribut masing-masing. Ke empat superhero ini pernah hadir di layar kaca Indonesia dan juga dalam serial fiksi novel.

Keren-keren ya koleksi dari museum Blockbuster ini. Buat kalian yang belum sempat berkunjung ke pameran Museum Satu Ruang ini bisa langsung datang ke museum Blockbuster di jalan Kenjeran no. 463-465, Tambaksari Surabaya.


 

PR Undika : Clara